Skip to main content

Kisah Perang Uhud Part #10, Kaum Musrik Kembali Ke Makkah

Kaum Musyrik Kembali ke Makkah Setelah Perang Uhud

Fakta Islam - Ketika orang-orang Quraisy sibuk mempersiapkan diri untuk pulang, Abu Sufyan sebagai pemimpin mereka naik ke atas bukit. Ia berteriak lantang. "Apakah di tengah kalian ada Muhammad?"

Kaum Muslim tidak menjawab. Abu Sufyan kembali bertanya. "Apakah di tengah kalian ada Ibnu Quhafah?" Kaum Muslim juga tidak menjawabnya. "Apakah di tengah kalian ada Umar bin Khaththab?" tanya Abu Sufyan kembali.

Baca (Segera Rilis) Kisah Perang Uhud The End, Mencari Jenazah Para Syuhada Kemudian Kembali Ke Madinah

Untuk kali ketiga, kaum Muslim hanya diam. Rasulullah saw melarang mereka menjawab apa yang diteriakkan oleh Abu Sufyan. Abu Sufyan geram karena teriakannya tak dibalas. "Cukuplah bagi kalian orang-orang itu!" katanya kesal. 

Umar emosi. Ia tak mampu menahan diri. "Wahai musuh Allah! Sesungguhnya orang-orang yang disebut itu masih hidup bugar. Allah justru mengekalkan apa yang membuatmu kesal!" jawab Umar dengan lantang.

Abu Sufyan segera menimpalinya. "Di antara korban-korban kalian ada yang dicincang! Aku tidak memerintahkan itu, namun aku tidak pula menjadi sedih karenanya mahatinggi Hubal!"

Rasulullah saw lalu mengajarkan kepada para sahabat untuk menjawab, "Allah Mahatinggi dan Maha Agung!" "Kami memiliki Uzza dan kalian tidak memilikinya!" jawab Abu Sufyan.

Rasulullah saw kembali meminta para sahabat untuk menjawab, "Allah Maulana (Pelindung kami) dan kalian tidak punya Tuhan."

Kemudian Abu Sufyan berkata, "Perang ini telah impas, kini kami menang dan kalian menang di Badar. Perang silih berganti!"

"Sama sekali tidak sama!" ujar 'Umar. "Orang-orang yang terbunuh di antara kami masuk surga sedangkan korban di antara kalian masuk neraka!"

"Sesungguhnya kalian memperkirakan demikian, kalau itu benar, kami telah benar-benar merugi dan menderita. Kabarkan kepada kami, wahai 'Umar! Apakah kami benar-benar berhasil membunuh Muhammad?" tanya Abu Sufyan.

"Tidak! Sesungguhnya beliau sedang mendengarkan apa yang kamu katakan sekarang!" jawab Umar.

"Dalam pandanganku, kau lebih jujur dan lebih baik daripada Abu Qam’ah," ujar Abu Sufyan. (Ibnu Hisyam, Zad al-Ma ad, dan HR. Bukhari)

Lalu ia berseru, "Sesungguhnya tempat perang selanjutnya di tahun depan adalah Badar!" Rasulullah saw memerintahkan salah satu sahabatnya untuk menjawab, "Ya, di sanalah tempat yang telah disepakati antara kami dan kamu!" (Ibnu Hisyam).

Kemudian Abu Sufyan kembali pada bala tentaranya dan siap-siap untuk berangkat. Mereka menunggang unta dan meletakkan kuda-kuda di bagian samping.

Ini menunjukkan bahwa mereka akan menuju Makkah. Inilah karunia Allah terhadap kaum Muslim. Padahal, tidak ada halangan apa pun yang bisa menahan kaum musyrik jika mereka menuju Madinah. Namun, Allah memalingkan mereka.


Editor: Faktaislam.com 

Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk. 

Kol: MagfiraPustaka

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar