Skip to main content

Kisah Perang Uhud Lengkap Part #1, Rasulullah ﷺ Bermimpi Sebelum Berangkat Berperang

Kisah Perang Uhud Part #1, Rasulullah ﷺ Bermimpi

Fakta Islam - Perang Uhud adalah perang yang terjadi karena kekalahan kaum Quraisy di Badar  masih sangat membekas. Mereka pun mempersiapkan diri untuk balas dendam. Namun saat persiapan dilakukan, mereka dikejutkan dengan kejadian di Qaradah ketika kafilah dagang mereka dikecundangi kaum Muslim. 

Kemarahan kaum Quraisy kian memuncak. Mereka lalu melakukan persiapan lebih matang dengan membuka kesempatan orang-orang untuk menjadi sukarelawan, termasuk melibatkan Ahabisyi (kabilah-kabilah Arab di luar kabilah Quraisy yang bergabung dengan orangorang Quraisy). 

Mereka juga menyertakan para penyair untuk memompa semangat. Total pasukan yang terkumpul sebanyak 3.000 orang, ditambah 3.000 unta, 200 kuda, dan 700 tameng. Bersama mereka juga ada para wanita untuk memotivasi dan membakar semangat perang. 

Pasukan ini dipimpin oleh Abu Sufyan dan pembawa panjinya kesatria-kesatria dari Bani `Abdu ad-Darr. 

Pada hari Jumat tanggal 6 Syawal tahun ke-3 Hijriah, pasukan Quraisy mulai bergerak menuju pinggiran Madinah dalam keadaan marah besar. Raut muka mereka penuh dendam membara.

Baca Part #2 Kisah Perang Uhud, Rasulullah ﷺ Bermusyawarah Dengan Para Sahabat

Setelah cukup lama berjalan, mereka tiba di sebuah tanah lapang di pinggiran Lembah Qanat dekat Gunung Ainain dan Uhud, merekapun beristirahat. 

Namun Rencana pasukan Quraisy menyerang kaum Muslim di Madinah telah didengar Rasulullah ﷺ dari Thalhah bin Ubaidillah dan Said bin Zaid, seminggu sebelumnya. 

Nabi ﷺ bergegas naik ke atas mimbar untuk menyampaikan pengumuman jihad. Beliau membesarkan hati mereka bahwa Allah akan memberikan pertolongan, balasan kebaikan, dan pahala, terutama bagi para syahid.

Jauh sebelum itu, Rasulullah ﷺ pernah bermimpi dan beliau menceritakannya kepada para sahabat.

"Aku seakan memasukkan tanganku kedalam perisai yang kukuh. Aku melihat sapi disembelih, dan aku melihat ujung pedangku patah," ujar Rasulullah ﷺ. 

"Apa arti mimpimu itu, wahai Rasulullah?" tanya para sahabat. 

"Sapi yang disembelih menandakan orang Mukmin banyak yang gugur. Ujung pedangku yang patah itu pertanda salah satu kerabatku akan gugur, sedangkan mimpi memasukkan tangan ke dalam perisai itu artinya kita kembali menuju Madinah dalam penjagaan dan perlindungan Allah swt.

 Abu Musa meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Aku bermimpi, aku berhijrah dari Makkah ke suatu negeri yang banyak ditumbuhi pohon kurma. Mulanya aku menduga bahwa negeri itu adalah Yamamah atau Hajir. Ternyata itu negeri sahabat, Madinah atau Yatsrib. 

Dalam mimpi itu aku sedang menggerakkan sebilah pedang yang patah di bagian tengahnya. Itu adalah pertanda apa yang menimpa kaum Mukmin di Uhud. 

Lalu aku menggerakkan pedang itu lagi, tiba-tiba pedang itu berubah menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Itu berarti pembebasan yang didatangkan Allah dan bersatunya orang-orang beriman.

Kulihat pula seekor sapi, dan mudah-mudahan itu pertanda baik, itu adalah orang-orang Mukmin dalam Perang Uhud. Ternyata, kebaikan itu adalah kebaikan dan pahala yang diberikan Allah kepada kita setelah Perang Badar." (HR. Bukhari dan Muslim).


Editor: faktaislam.com

Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk.

Kol: MagfiraPustaka

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar