Skip to main content

Kisah Perang Uhud Part #7, Rasulullah ﷺ Terkepung Dan Dikabarkan Mati

Rasulullah ﷺ Terkepung Di Perang Uhud

Fakta Islam - Pasukan pemanah yang melalaikan perintah Rasulullah ﷺ untuk tetap di atas bukit sampai ada perintah menyebabkan pasukan muslim terkepung oleh pasukan musyrik.

Gerak cepat pasukan musyrik sama sekali tak diduga Rasulullah saw dan pasukannya. Rasulullah saw berada di bagian belakang pasukan Islam bersama dengan tujuh orang kalangan Anshar dan dua orang Muhajirin.

Beliau terkejut ketika melihat pasukan berkuda Khalid tiba-tiba muncul dari belakang bukit. Seketika itu juga Rasulullah saw memanggil para sahabatnya.

"Datanglah padaku, wahai hamba-hambaAllah!"

Baca Part #8 Kisah Perang Uhud, Kabar Kematian Rasulullah ﷺ Tersebar

Teriakan itu justru lebih dulu didengar kaum musyrik. Mungkin karena mereka berada di jarak yang lebih dekat dengan Rasulullah saw daripada pasukan Muslim sendiri.

Sekelompok dari mereka segera menyerang Rasulullah saw dengan dahsyat. Mereka berupaya untuk membunuh Rasulullah saw sebelum kaum Muslim tiba di sekeliling beliau.

Jiwa Rasulullah saw terancam, situasi menjadi sangat kritis. Saat itu juga Rasulullah saw berbicara kepada pasukannya. "Siapa yang dapat membalas mereka, maka dia akan dapatkan surga atau dia akan menjadi temanku di surga."

Pernyataan Rasulullah saw itu segera direspons seorang lelaki Anshar. Dengan gagah berani, dia menghadang pasukan musyrik yang mencoba menyerang Rasulullah saw.

Pertarungan sengit terjadi, namun itu tak berlangsung lama karena keadaan tidak seimbang. Lelaki Anshar itu akhirnya terbunuh. Lalu Rasulullah saw mengulangi ucapannya.

"Siapa yang dapat membalas mereka, maka dia akan dapatkan surga atau dia akan menjadi temanku di surga."

Seorang lelaki Anshar lainnya maju melawan pasukan musyrik, tetapi ia terbunuh juga. Begitu juga dengan lelaki ketiga hingga ketujuh. Semuanya tak mampu menghadang serangan pasukan musyrik (HR. Muslim).

Rasulullah saw kini betul-betul di ujung tanduk, beliau telah terkepung. Hanya ada dua orang sahabat, yaitu Thalhah bin Abdullah dan Saad bin Abi Waqqash yang berada di dekatnya (HR. Bukhari).

Kaum musyrik kian menggebu-gebu karena merasa di atas angin. Keinginan membunuh Rasulullah saw yang terpendam sejak lama kini telah hadir di pelupuk mata. Mereka yakin akan dengan mudah menghabisi nyawa Rasulullah saw, lelaki yang mereka benci.

Keyakinan itu membesar karena di hadapan mereka hanya terdapat dua sahabat yang melindungi Rasulullah saw, yaitu Sa'ad bin Abi Waqqash dan Thalhah bin 'Ubaidillah. Sa'ad berjuang menahan gempuran pasukan musyrik.

Melihat itu, Rasulullah saw memberikan busur panahnya kemudian bersabda, "Panahkan terus, ayah dan ibuku menjadi jaminannya!" (HR. Bukhari).

Sementara itu, Thalhah bin 'Ubaidillah sendirian berperang melawan orang-orang tadi hingga terdapat 35 atau 39 luka di tubuhnya. Dia memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw dengan tangannya hingga jari jemarinya terkena sabetan pedang.

Ketika jemarinya terkena dia berteriak, "Hass!" Mendengar itu, Rasulullah saw bersabda, "Andaikata kau mengatakan "Basmalah", pastilah malaikat akan mengangkatmu dan orang-orangbisa melihatmu!" (HR. Bukhari, an-Nasa i, dan Fathul Bari).

Mereka memfokuskan serangan pada Rasulullah saw. Secara bertubi-tubi, mereka menyerangnya sehingga Nabi Akhir Zaman itu terdesak. Beliau terjatuh, tidak kuasa menahan serangan yang datang menghujani tubuhnya.

Gigi seri bagian bawahnya copot, kepalanya terluka. Sambil mengusap darah di keningnya, beliau bersabda, "Bagaimana mungkin suatu kaum mendapat keberuntungan jika mereka melukai wajah Rasulullah saw, memecahkan giginya.

Padahal, dia mengajak memeluk Islam," Lalu Allah menurunkan ayat: Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka atau mengazab mereka karena sesunguhnya mereka itu zalim. (QS. Ali Imran [3]: 128)

Pasukan musyrik terus menyerang tanpa henti. Rasulullah saw berusaha sekuat tenaga untuk melawan dengan tubuh penuh luka. Namun serangan bertubi-tubi kaum musyrik sulit dihadang. Sebuah pukulan dengan pedang diarahkan ke bagian tulang pipi Rasulullah saw.

Beliau juga dipukul dengan pedang pada bagian pundaknya dengan sangat keras. Beruntung Rasulullah saw memakai baju besi, sehingga pedang itu tak menembus kulitnya. Karena rasnya pukulan pedang itu, Rasulullah saw merasakan sakitnya lebih dari sebulan. (HR. Bukhari dan Muslim, Fathul Bari)

Situasi bertambah genting. Pada saat itulah Jibril dan Mikail turun dan ikut berperang dengan cara tempur yang luar biasa. (HR. Bukhari dan Muslim, al-Fadhail)

Setelah itu, datanglah sejumlah prajurit Muslim di sekitar Rasulullah saw dan melindungi beliau dengan gigih. Orang yang pertama kali datang adalah Abu Bakar ash-Shiddiq bersama dengan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Abu Bakar maju untuk mencabut kepingan lingkaran rantai topi dari wajah Rasulullah saw. Kemudian Abu Ubaidah melakukannya dengan cara menggigit hingga copot salah satu gigi seri Abu Ubaidah.

Lalu dia cabut lingkaran rantai yang satu lagi hingga akhirnya gigi seri satu lagi jatuh juga. Keduanya lantas pergi menemui Thalhah bin Ubaidillah yang sedang terluka dan mengobatinya. (Zad al Ma ad)

Saat itulah datang Abu Dujanah, Mush'ab bin 'Umair, Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib, dan yang lainnya. Sementara jumlah prajurit musyrik juga kian banyak, serangan mereka semakin gencar dan sengit.

Kaum Muslim terus bertempur dengan gigih. Ada yang memanah melindungi Rasulullah saw, dan menjadi tameng agar anak panah tidak mengenai diri beliau.

Di antara kerumunan pasukan musyrik, terlihat "Abdullah bin Qum'ah yang berniat membunuh Rasulullah saw. Ia berusaha mencari beliau agar bisa segera menghabisi nyawanya di medan perang.

Tatapan matanya berhenti sejenak ketika melihat sosok yang mirip Rasulullah saw. Tanpa pikir panjang, Abdullah bin Qum'ah segera menyerang Mush'ab bin 'Umair yang disangkanya Rasulullah saw.

Abdullah bin Qum`ah menyerang, secara membabi buta penuh dendam yang tak tertahankan, Mush'ab yang saat itu membawa panji pasukan Muslim.

Sebuah tebasan pedang Abdullah bin Qum'ah tak bisa dielakkan Mush'ab. Tangan kanan Mush'ab yang sedang memegang bendera perang, putus seketika.

Bendera perang ia alihkan ke tangan kirinya. Abdullah bin Qum'ah tak tinggal diam, la semakin bernafsu dan terus menyerang.

Kali ini, sabetan pedangnya ia arahkan ke tangan kiri Mush'ab. Serangan itu tak dapat dihindari Mush'ab. Tangan kirinya pun putus seketika.

Namun, Mush'ab tak ingin bendera perang jatuh ke tanah. Ia berusaha memeluk bendera itu di antara lengan atasnya. Sementara, darah terus mengucur dari kedua lengannya.

Tubuh Mush`ab terlihat kian lemah, la tak dapat lagi memberikan perlawanan berarti. Akhirnya, dalam sebuah serangan cepat, Mush'ab bin Umair terbunuh.

Abdullah bin Qum'ah pun berteriak,

"Aku telah membunuh Muhammad, aku telah membunuh Muhammad."

Kabar ini menyebar dan bagaikan petir yang mengagetkan bagi kaum Muslim. Mereka pun melemparkan senjata dan berlari menuju Madinah. Semangat mereka anjlok. (Ibnu Hisyam dan Zad al-Ma ad).

Berita ini menyebar dengan cepat, kaum musyrik mengira bahwa mereka telah berhasil meraih apa yang diinginkan.

Hikmah Rasulullah saw Terkepung

Dalam perang ini, Rasulullah saw mengalami cedera dan luka parah, terperosok ke dalam lubang, kepalanya bocor, giginya patah, dan di bagian wajah darahnya mengalir dengan deras. Dalam kondisi demikian, banyak sahabat yang berupaya membentengi Rasulullah saw dengan tubuh mereka.

Mengapa para sahabat Rasulullah saw rela mengorbankan nyawa demi membela dan menyelamatkan Rasulullah saw dari hujan anak panah dan lemparan batu?

Mereka berjuang dengan semangat yang membara demi melindungi nyawa Rasulullah saw tanpa menghiraukan risiko yang ada. Dari manakah sumber pengorbanan yang menakjubkan ini?

Itulah kekuatan iman dan tauhid. Itulah bentuk loyalitas dan ketaatan penuh pada pemimpin yang berjuang di jalan-Nya. Kekuatan semacam inilah yang membuat umat Islam berjaya di masa lalu.


Editor: Faktaislam.com

Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk.

Kol: MagfiraPustaka

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar